Skip to main content

Rahasia Bersahabat


Anak-anak sedang mengobrol tentang Titani yang ‘super somboong dan sering berbohong ’ menurut mereka. “Eh, kemarin Titani menyombongkan dompetnya. Yang katanya dari Italia, padahal dari toko di di sebelah rumahku,” kata Veva sewot. “Iya, kemarin dia juga menyombongkan gelangnya yang dari Bali. Padahal aku sering melihat gelang itu di mall,” tambah Deli. Teman-teman yang lain hanya mengangguk-angguk. Tidak ada yang suka dengan Titani, anak baru di kelas 5 B itu. Tapi, meskipun tidak memiliki teman, Titani masih saja sombong dengan rumahnya yang katanya super bagus itu. Baru minggu kemarin Titani masuk sekolah. Eh, sudah di gosipin sering sombong dan berbohong oleh teman-temannya.
            Di waktu yang sama, Titani sedang menyombongkan aksesorisnya lagi kepada teman-temannya. “Eh, jam Monol ini aku beli di Singapura loh,” sombongnya. Teman-teman yang lain hanya mencibir. “Ah, bohong. Kakakku membeli jam itu di BSM kok,” elak Feta. “Huh, itu sih, jam palsu, jam ini kan dibuat di Singapura,” komentar Titani. Yang lain hanya mendengarkan Titani dan Feta berdebat. “Enak aja. Itu jam mahal tahu,” komentar Feta lagi. “terserah kamu aja deh. Pusing ngedengerin kamu dari tadi yang ngeledek aku terus,” omel Titani. “Siapa yang ngeledek? Ngapain keledek anak sombong kayak kamu?” tanya Feta sewot. “Sudah-sudah. Jangan berdebat terus donk. Pusing ngedengerin kalian saling meninggikan nada masing-masing,” lerai Lilia, ketua kelas mereka yang sedari tadi menutup telinganya karena tidak ingin mendengar Titani dan Feta berdebat. Titani dan Feta hanya saling memotot bagaikan anjing dan kucing yang sedang bertengkar.
TET.. TET... Bell masuk kelas berbunyi. Itu berarti selesai perdebatan antara Titani dan Feta yang berisik.  Empat jam berlalu dan waktunya pulang bagi kelas 5 B SD Mawar itu. Wah.. berarti perdebatan antara Titani dan Feta mulai lagi donk?! Benar! Di kelas mereka sedang meributkan tentang ruamh masing-masing. “Eh, rumahku ada di perumahan elit yang berkelas loh,” Titani memulai. “Ohya? Masa sih? Aku tinggal di perumahan Bandung Elite Town, dan kayaknya lebih bagus daripada perumahan kamu itu. Hahha..” Feta kembali mengejek. “Enak aja! Aku juga tinggal di Flower Elite Town tahu!” Titani langsung sewot.
Hari-hari berlalu dengan perdebatan antara Feta dan Titani. Mereka makin saling mengejek, dan suatu hari mereka berdua menangis karena bertengkar dan saling menarik rambut lawan.
Feta pulang di rumahnya dengan kesal. “Assalamualaikum,” katanya masih dengan nada kesal. “Waalaikumsalam, kenapa kelihatan kesel gitu?” tanya Mama Feta sambil menjawab salam. “Ah, enggak kok, ma. Hanya bermasalah dengan anak sombong dan super pembohong saja,” jawab Feta. “Kok, anaknya dipanggil gitu sih? Itu tidak baik loh,” nasehat Mama. “Tapi memang benar kok, Ma,” elak Feta masih dengan majah merah padam. “Jika dia mengesalkan, kenapa harus dibalas dengan kekesalanmu, sayang? Biarkan dia terus mengejek, asalkan kamu tidak mengejeknya ya,” pesan Mama. Feta hanya tersenyum tipis dan tidak kesal lagi.
Di waktu yang sama, di rumah Titanni, Titani sedang mengadu tentang Feta kepada mamanya. “Ma, aku gak mau sekolah di sekolah ini. Banyak yang ngejek aku ‘sombong dan pembohong’,” adu Titani pada Mama Titani. “Kok mereka bilang kamu seperti itu? Pasti ada alasannya mereka bilang kamu seperti itu sayang,” tebak Mama. “Ah.. Enggak kok. Ada apa ya? Aku sebenarnya kesel banget sama yang namanya Feta,ma. Dia itu selalu bilang aku pembohong ma,” adu Titani lagi. “Emangnya kamu bilang apa sama dia?” tanya Mama sabar menangani anaknya yang kesal itu. “Aku hanya bialng bahwa jam Monolku ini dibeli di Singapura. Dan itu kan tidak bohong?” jawab Titani masih kesal. “Ah.. itu sich, kamunya kesombongan mungkin. Mereka tidak suka kamu sombong. Dan Mama tahu bahwa sebenarnya kamu mau bersahabat dengan Feta kan?” goda Mama. Titani hanya tersenyum, pipinya kemerahan. “Iya sih, ma. Tapi gimana caranya?” Titani mengaku. “Gampang kok. Kamu hanya perlu untuk tidak menyombongkan barang-barangmu. Mereka pasti kaget dengan perubahanmu ini,” saran Mama. Titani hanya mengangguk-angguk.
Besoknya, Titani dan Feta saling diam. Tidak ada suara dari mulut mereka. Mereka membisu. Tiba-tiba Titani berkata sesuatu,” Fet, maafin aku ya. Selama ini aku selalu sombong kepada kalian semua.” Feta tersentak. Hah? Ini Titani bukan sih? Masa dia mau minta maaf sih? Pikirnya. Feta tersenyum. Di depannya sudah ada tangan yang mau meminta maaf kepadanya. “Iya, aku juga minta maaf sama kamu ya. Aku selalu bilang kamu pembohong,” kata Feta. Titani dan Feta berjabat tangan sambil tersenyum. “We are bestfriend from now,” kata Feta bijaksana. Mata Titani berbinar-binar. Benar kata Mama. Aku tidak perlu sombong. Dan itu membuat aku mempunyai teman dan juga sahabat, pikirnya. Teman-teman yang lain mengelilingi mereka. “Kami juga minta maaf, Ti. Kami selalu bilang bahwa kamu itu sombong,” kata mereka. “Tidak apa-apa. Aku yang salah. Maafin aku ya, teman-teman,” jawab Titani.
Akhirnya Titani memiliki teman sekaligus sahabat. 


Hasna Zahra Nurazizah

Comments

Popular posts from this blog

Avril Lavigne-When You're Gone

I always needed time on my own I never thought I'd need you there when I cry And the days feel like years when I'm alone And the bed where you lie Is made up on your side [Pre-chorus:] When you walk away I count the steps that you take Do you see how much I need you right now? [Chorus:] When you're gone The pieces of my heart are missing you When you're gone The face I came to know is missing too When you're gone The words I need to hear to always get me through the day And make it OK I miss you I've never felt this way before Everything that I do reminds me of you And the clothes you left, they lie on the floor And they smell just like you, I love the things that you do [Pre-chorus] [Chorus] We were made for each other Out here forever I know we were, yeah, yeah All I ever wanted was for you to know Everything I do, I give my heart and soul I can hardly breathe, I need to feel you here with me, yeah [Chorus:] When you'r...

Bruno Mars-Just The Way You are

Oh her eyes, her eyes Make the stars look like they're not shining Her hair, her hair Falls perfectly without her trying She's so beautiful And I tell her every day Yeah I know, I know When I compliment her She wont believe me And its so, its so Sad to think she don't see what I see But every time she asks me do I look okay I say When I see your face There's not a thing that I would change Cause you're amazing Just the way you are And when you smile, The whole world stops and stares for awhile Cause girl you're amazing lyricsalls.blogspot.com Just the way you are Her lips, her lips I could kiss them all day if she'd let me Her laugh, her laugh She hates but I think its so sexy She's so beautiful And I tell her every day Oh you know, you know, you know Id never ask you to change If perfect is what you're searching for Then just stay the same So don't even bother asking If you look okay You know I say When I see y...

Jangan Pergi, Sahabatku!!

Seilla mempunyai sahabat setia. Namanya Verkia. Dia sangat sayang kepada sahabatnya itu. Verkia pun sangat sayang kepada Seilla yang cantik dan pintar itu. Seilla menunggu Verkia di depan pos satpam. "Huh, sudah lima belas menit aku menunggu. Tapi, mana Verkia?" keluh Seilla sambil terus melihat jam di tangan kirinya itu. Tiba-tiba muncul sesosok perempuan cantik dari mobil berwarna putih yang berhenti tepat di depan Seilla yang dari tadi menunggu Verkia. Itu Verkia, perempuan yang sedari tadi ditunggu oleh Seilla. Seilla terlihat bersorak. "Hai," sapanya ramah kepada sahabatnya itu. Sahabatnya hanya tersenyum tipis. "Kau terlihat pucat kenapa?" tanya Seilla khawatir pada sahabatnya itu. Verkia menggeleng "Aku tidak apa-apa, Seilla," jawabnya dengan suara yang kecil dan lembut. Ada apa dengan Verkia? Biasanya dia ceria saat bertemu sahabatnya, Seilla. Tapi hari ini dia sanagt berbeda dengan Verkia yang Seilla kenal. Seilla yang terlihat begitu...